Rabu, 14 Februari 2018

Tips Belajar Bahasa Inggris Ala Mr. I.N Azhar

Belajar bahasa Inggris memerlukan keseriusan lho, namun kalo dibikin fun, maka akan sangat menyenangkan. Berikut ini tips-tips buat kamu yah. Semoga bermanfaat. 

Siapkan Materi Belajar (Tulisan, Audio dan Visual)
Persiapkan materi yang menarik sebelum kalian memulai belajar. Belilah buku yang dilengkapi dengan fasilitas audio sehingga pada saat melihat materi yang ada di buku, kalian dapat sekaligus mendengarkannya dengan menjalankan audio lesson. Dengan banyak mendengar dan memahami materi yang disampaikan audio, kalian akan lebih mudah membentuk kemampuan berbicara sekaligus mendengarkan. Untuk materi visual, kalian dapat menggunakan film dengan subtitle bahasa Inggris sebagai media belajar. Kamus merupakan buku yang wajib Anda miliki untuk belajar bahasa Inggris. Kalian dapat memperbanyak kosakata untuk mempelajari kata-kata dan pola kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Materi juga bisa Anda dapatkan di online, berbagai situs telah menyediakannya.

Pelajari Terlebih Dahulu Kata-kata Bahasa Inggris Dasar
Sebelum kalian mulai menerapkan kebiasaan berbahasa Inggris, ada baiknya kalian mempelajari dulu kata-kata sederhana dalam bahasa Inggris, yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Seperti kata tunjuk aku, kamu, dia, dan kata-kata lain yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Belajarlah Setiap Hari
Cobalah untuk mengelokasikan beberapa saat setiap hari untuk pelajaran anda, idealnya saat otak anda sedang bisa menerima dengan baik. Ingatlah, lebih baik belajar 30 menit per hari dibandingkan 3 jam per minggu. Jika anda dapat menyediakan waktu sejam per hari, cobalah untuk membaginya menjadi 2 atau 3 sesi.

Sains dan Psudosains

Oleh: Iqbal Nurul Azhar & Diah Retna Yuniarti
Telah dipublikasikan pada jurnal ETIMON Volume II Nomor I 2012

Banyak pelajar  di dunia setelah bertahun-tahun belajar di sekolah masih belum memahami hakikat ilmu pengetahuan. Polling yang dilakukan oleh National Science Foundation adalah buktinya. Lembaga ini telah berulang kali menemukan fakta mencengankan  di Amerika Serikat,  ribuan orang masih tetap percaya bahwa matahari berputar mengelilingi bumi, bahwa dibutuhkan satu hari bagi bumi untuk berputar pada porosnya sambil lalu mengitari matahari, bahwa elektron lebih besar dari atom, dan suara yang ada di dunia ternyata  bergerak lebih cepat dari cahaya. Dari polling tersebut pula diketahui bahwa kebanyakan orang Amerika tidak tahu apa yang disebut sebagai molekul.  Rangkaiaan polling tersebut juga menemukan bahwa sekitar 19 persen guru biologi SMA percaya bahwa Dinosaurus dan manusia hidup pada waktu yang sama. Polling ini juga menjumpai fakta yang sangat mengejutkan bahwa 95 persen dari guru yang disurvei tampaknya salah paham tentanag apa itu ilmu pengetahuan. Guru-guru tersebut diberikan pernyataan untuk mereka tanggapi yaitu, “Para ilmuwan tugasnya adalah mencari fakta, tapi kadang-kadang yang terbaik yang mereka bisa lakukan adalah berteori.” Hanya 5 persen dari guru-guru yang dipolling tersebut yang  menjawab dengan benar bahwa pernyataan tersebut adalah “jelas salah.” (Gardner, 1983).

Di Indonesia, persentase siswa yang diajar kimia oleh guru yang tidak memiliki gelar dalam bidang kimia sangatlah tinggi. Guru-guru kimia tak bergelar sarjana Kimia tersebut sebenarnya bergelar, tapi sayangnya, gelar mereka adalah gelar pada bidang Fisika maupun Matematika. Guru mengajar lintas bidang studi jamak ditemukan. Alasan utama munculnya masalah ini adalah tentu saja terbatasnya guru kimia, dan adanya anggapan bahwa kimia bisa diajar oleh guru yang mengajar bidang lain asalkan berada dalam bidang yang serumpun. Intinya adalah, apapun ilmunya, asalkan ada penugasan, guru siap mengajar meskipun hasilnya pasti mengecewakan.

Pengaruh ETF Terhadap Peningkatan Kompetensi Guru di Kabupaten Bangkalan

Mengikuti perkembangan jaman, guru-guru harus selalu meningkatkan kompetensinya. Agar upaya-upaya peningkatan kompetensi itu  berjalan efektif, maka diperlukanlah wadah bagi para guru untuk saling berbagi dan menyatukan langkahnya. Sampai saat ini sudah ada wadah tersebut, yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) & KKG (Kelompok Kerja Guru). Namun di kabupaten Bangkalan, wadah yang sudah ada tersebut dirasa masih kurang mencukupi, sehingga atas prakarsa guru-guru bahasa Inggris dibentuklah ETF (English Teacher Forum) yang khusus mewadahi guru pengajar Bahasa Inggris di Kabupaten Bangkalan. ETF berusaha memenuhi kebutuhan anggotanya untuk meningkatkan kompetensi guru dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya: pelatihan, seminar, pembagian informasi beasiswa serta pertukaran pelajar. Keberadaan ETF ini dirasakan sangat bermanfaat dalam membantu meningkatkan kompetensi guru pengajar Bahasa Inggris di kabupaten Bangkalan, bukan hanya sebagai pelengkap dari wadah-wadah yang sudah ada sebelumnya, namun mampu berperan sebagai partner dalam memajukan pendidikan di kabupaten Bangkalan.

Dari hasil penelitian yang saya lakukan terhadap ETF (Penelitian ini dibiayai Oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Sesuai Dengan Surat Perintah Pelaksanaan Penelitian Nomor : 069/SP2H/PP/DP2M/III/2008, dijumpai hasil sbb:

Ayo Para Guru, Kalian Bisa Menjadi Penulis Kaya Raya

Siapa bilang menjadi penulis tidak bisa kaya? J.K Rowling sudah membuktikannya. Ia berangkat dari seorang melarat yang hanya mampu berangan-angan dalam bus menjadi kaya dalam sekejab menjelma menjadi selebritis dunia. Bermodalkan daya imajinasi kuat yang jarang dimiliki orang kebanyakan dan diimbangi motivasinya yang kuat untuk menulis,menyebabkan ia dapat mewujudkan semua impiannya untuk menjadi seorang milyarder. Saking dari suksesnya dia, namanya selalu masuk dalam daftar orang terkaya di Inggris sejak buku Harry Porter edisi pertamanya terbit. Perlu dicatat itu hanya dari salah satu buku berjudul Harry Potter. Andaikata dia menulis lebih dari satu judul, bisa dibayangkan akan sekaya apa dia. Bisa jadi, dia akan menjadi salah satu orang terkaya di planet bumi.

Jangan lupakan juga Bobbi De Porter. Tokoh ini juga menjadi terkenal di kalangan seluruh dunia, utamanya dunia pendidikan karena bukunya yang berjudul Quantum Learning dan Teaching meledak dipasaran. Padahal dulunya tokoh ini hanyalah seorang guru biasa. Berkat keuletan dan kekreatifan tokoh ini dalam mencari peluang untuk sukses, hasil penelitian tindakan kelasnya bersama mike hernacki di terbitkan. Dan takdir akhirnya menentukan. Dia sukses.

Lantas bagaimana dengan penulis-penulis Indonesia? Tidak adakah diantara mereka yang memiliki nasib mujur seperti Rowling atau De Potter? Ternyata banyak juga diantara penulis-penulis Indonesia tersebut yang menjadi jutawan. Mereka menjelma menjadi selebritis, pembicara terkenal, bahkan menjadi bintang film atau pengusaha sukses. Mereka buktikan bahwa dengan menulis mereka bisa mewujudkan mimpi kebanyakan manusia untuk menjadi kaya dan terkenal. Mereka juga membuktikan bahwa dengan menulis, mereka bisa menjadi sosok idealis nan suci yang mampu memberikan sumbangsih nyata memajukan bangsa Indonesia melalui buku-buku yang mereka karang dan tulis. Siapa-siapa sajakah mereka itu?

Ada lebih dari 200an nama penulis yang telah merasakan buah manis dari hasil kerja keras mereka menulis buku. Beberapa dari mereka kita sebut saja AA Gym, Adi Soenarno, Anand Khrisna adalah seorang guru. Nama-nama seperti Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, Goenawan Mohamad, Hilman Lupus Hariwijaya, Mira W, NH. Dini, Pipit Senja, adalah nama-nama asing bagi telinga bangsa Indonesia sebelum mereka terkenal karena buku mereka. Mereka ini adalah penulis terkenal yang kerap muncul di media cetak-media cetak maupun elektronik yang ada di Indonesia.

Lantas dimanakah sebenarnya kunci kesuksesan mereka sampai menjadi sukses seperti sekarang ini? Sebenarnya ada tiga bahan bakar yang mampu menjadi penggerak tangan untuk dapat menari di atas berlembar kertas. Tiga bahan tersebut adalah motivasi, persepsi dan proses. Motivasi ini dijelaskan sebagai sebuah daya magnet terhadap hati untuk dapat tertarik pada kegiatan tulis menulis. Motivasi tidak perlu dicari jauh-jauh karena sebenarnya ia bisa didapat di sekitar kita, seperti dorongan semangat dari orang tua, komunitas pendidikan yang mendukung kegiatan tulis menulis dan media bacaan atau tontonan yang mensupport kegiatan baca tulis. Selain motivasi, persepsi juga memegang peranan penting. Calon penulis ketika hendak menulis buku harus mampu merubah mindset mereka yang telah lama dikotori oleh paradigma pesimisme bahwa penulis itu bakal miskin dan hidupnya acak-acakan. Paradigma ini harus dirubah menjadi kebalikannya bahwa kapan sajapun asal mau menulis, seorang penulispun bisa menjadi kaya raya dan sukses. Bahan bakar terakhir adalah proses. Bahwa dalam menulis butuh proses yang kreatif adalah sebuah fakta yang tidak dapat diperdebatkan lagi.

Artikel ini mencoba meyakinkan anda banyak bahwa profesi penulis bisa mendatangkan kekayaan. Kekayaan itu tidak mungkin datang dengan sendirinya. Lika-liku yang ditempuh penulis Indonesia yang telah disebutkan di atas dalam merentas jalan kesuksesan perlu dijadikan inspirasi dan motivasi dalam menulis. “Demam” obsesi penulis perlu disebarkan kepada khalayak ramai. Menjadi the agent of change dari mindset paradigma negatif yang menyatakan bahwa penulis itu miskin dan suram masa depannya, menjadi mindset positif tidak ada salahnya. Saya pun dengan suka rela merelakan diri saya menjadi the agent of positive mindset dengan menulis artikel ini, karena saya yakin menjadi penulis adalah cita-cita yang bisa dibanggakan, memiliki masa depan dan bisa terkenal

Inti dari artikel ini adalah: siapapun anda, apapun profesi anda, bagaimanapun  status sosial dan ekonomi anda, anda berhak untuk menjadi seorang penulis yang hebat dan diperhitungkan. Andapun bisa mengubah diri anda dari no one menjadi someone, dari zero menjadi hero. Dari jurang kemelaratan menjadi kaya raya, tanpa batas. Dari anak kecil yang diremehkan menjadi diperhitungkan. Tertarik menjadi penulis sukses namun anda butuh inspirasi bagaimana memulainya? Silahkan baca dan cermati artikel saya ini

Reinforcement Dalam Dunia Pendidikan

Teori Reinforcement
Menurut teori reinforcement: “sesuatu yang menyenangkan akan selalu diulang, sesuatu yang tidak menyenangkan akan dihindari”. Perbuatan yang menurut kita baik perlu kita beri reward (hadiah, pujian, penghargaan, dll) dan sesuatu yang menurut kita salah harus diberi punishment agar tidak diulang lagi suatu saat nanti, karena sesuatu yang menurut mereka menyenangkan akan mereka ulangi tapi sesuatu yang menurut mereka tidak enak akan selalu dihindari.

Skinner pernah membuat suatu percobaan menggunakan tikus, dimana seekor tikus dimasukkan ke dalam kotak yang sudah dirancang khusus. Di dalam kotak tersebut terdapat suatu tombol dimana bila tombol tersebut ditekan akan mengeluarkan makanan. Awalnya tikus tersebut mondar mandir saja tanpa melakukan apa-apa, tapi ketika secara tidak sengaja dia menekan tombol tersebut maka keluarlah makanan. Tikus tersebut akhirnya lama-lama akan menekan tombol tersebut bila merasa lapar. Demikian pula sebaliknya, seekor tikus dimasukkan lagi ke dalam kotak khusus yang fungsinya berbeda, dimana bila tombol ditekan bukan makanan yang keluar tapi aliran listrik yang menyengat. Tikus tersebut setelah beberapa kali kena setrum akhirnya tidak berani lagi mendekati tombol tersebut.

Binatang-binatang seperti anjing, lumba-lumba, dan binatang-binatang yang lainpun dilatih menggunakan teori reinforcement ini, reward dan punishment. Tikus, anjing, lumba-lumba, dan binatang-binatang yang tidak memiliki akal budipun akan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan menghindari yang tidak menyenangkan apalagi manusia, walaupun umurnya masih kecil. anak yang seumuran itulah yang mulai perlu ditanami perilaku yang baik, kalau tidak dari dini akan sulit untuk mengubah bila sudah tertanam hal-hal yang jelek. Memang sih kita tidak bisa mengambil 100% teori ini untuk dipraktekkan, teori ini harus menggunakan pandangan humanis, yaitu dengan memberi pengertian kepada anak tersebut kenapa dia di-punish dan kenapa dia diberi reward.

Hypnosis
Tahukah anda mengapa orang-orang tua sering bercerita tentang kebaikan, kepahlawanan, dll pada anak-anaknya ketika anaknya hendak tidur? Atau pernahkah anda melihat film tentang pencucian otak dimana sang ahli pencuci otak memberikan pidato setiap malam pada saat orang yang akan dicuci otaknya tidur?

Secara tidak sadar setiap hari kita sudah melakukan hypnosis. Suatu sugesti yang diberikan pada diri kita tanpa kita sadari bahwa itu adalah hypnosis. Keadaan hypnosis adalah keadaan dimana sugesti atau hal lainnya masuk kedalam sub-conscious (dibawah sadar) kita. Hypnosis sendiri sudah ada sejak jaman dulu dan dianggap sebagai ilmu gaib, dan pada abad 18, Frans Anton Mesmer memperkenalkan sebagai aliran magnetisme. Hypnosis akhirnya diketahui adalah sebuah ilmu yang ilmiah, yang mengandalkan sugesti, bukan suatu ilmu gaib. Hypnosis berkembang terus dan pernah dipelajari dan digunakan oleh Sigmund Freud untuk hypnotherapy pada pasien-pasiennya. Dr. Milton Erickson akhirnya mengembangkan hypnosis ini dan digunakan untuk Modern Clinical Hypnotherapy. Hypnosis dapat diaplikasikan ke banyak hal, ada stage hypnosis (hiburan) yang biasa dilakukan oleh Romy Rafael, forensic hypnosis yang biasa digunakan untuk mengorek keterangan, metaphisical hypnosis yang dilakukan secara tradisional dan hypnotheraphy yang dilakukan untuk terapi yang bermasalah secara kejiwaan.

Gelombang otak manusia terdiri dari:
  1.     Beta : Keadaan sadar “permukaan” – tidak waspada (>14 Hz)
  2.     Alpha : Keadaan sadar “penuh” – penuh kewaspadaan (8 – 14 Hz)
  3.     Theta : Hampir tidur (4 – 8 Hz)
  4.     Delta : Tidur (<4 Hz)
Manusia akan dapat menerima sugesti bila gelombang otaknya berada dalam keadaan Theta. Maka dapatlah dikatakan seorang akan ter-hypnosis bila berada dalam keadaan setengah tidur, itulah sebabnya kita melihat film yang malakukan pencucian otak dilakukan pada saat mereka akan tidur dan itu dilakukan secara berulang-ulang. Stage Hypnosis yang dilakukan oleh Romy Rafael-pun tidak secara spontan dilakukan seperti yang kita lihat di TV tapi ada proses sebelum itu.

Segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang akan menjadikan suatu habit / kebiasaan baik hal itu bersifat positif ataupun negatif. Demikian pula pada anak-anak, bila kita mendidik mereka, bukan harus pada saat mereka sudah mengerti, sudah dewasa tapi dilakukan sejak dini, sejak bayi, dididik untuk melakukan hal yang benar, sehingga semua yang dilakukannya tertanam secara sub-conscious. Apa yang dilakukan oleh orang tua akan selalu ditiru oleh si anak, jadi bagi orang tua, berhati-hatilah dalam bertindak. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Pendekatan Pembelajaran

(Di sadap dari Iqbal Nurul Azhar, 2017, Modul Pelatihan Guru Mata Pelajaran Keterampilan Bahasa Madura Kelompok Kompetensi D)
Definisi Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat berarti aturan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar, Selain itu pendekatan pembelajaran adalah arah suatu kebijaksanaan yang ditempuh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pengajaran dilihat dari bagaimana materi disajikan.
Pengertian lain dari pendekatan pembelajaran adalah jalan atau cara yang digunakan oleh guru atau pembelajar untuk memungkinkan siswa belajar. 

Dari pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam menyajikan suatu materi yang memungkinkan siswa belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Interaksi dalam pembelajaran adalah bagaimana cara guru dapat meningkatkan motivasi belajar dari siswa. Hal ini berkaitan dengan strategi apa yang dipakai oleh guru, bagaimana guru melakukan pendekatan terhadap siswanya. Dalam sebuah pembelajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Dalam peranannya sebagai pembimbing, guru berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Guru sebagai fasilitator, guru berusaha memberikan fasilitas yang baik melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan.
Proses interaksi pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar pada siswa ialah bagaimana cara guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan karakter pembelajaran.
Dilihat  dari  pendekatannya,  pembelajaran  terdapat  dua  jenis  pendekatan,  yaitu: 
  1. Pendekatan  pembelajaran  yang  berorientasi  atau  berpusat  pada  siswa  (student  centered  approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru melakukan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan
  2. Pendekatan  pembelajaran  yang  berorientasi  atau berpusat pada guru (teacher centered approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran.
  3. Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :
  4. Sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan digunakan.
  5. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran.
  6. Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.
  7. Mendiaknosis masalah-masalah yang timbul, dan
  8. Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan.
Jenis-jenis Pendekatan dalam Pembelajaran
Pendekatan Kontekstual. Pendekatan kontekstual merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang lebih mengutamakan proses dari pada hasil. Peserta didik tidak sekedar tahu, ingat dan paham, tetapi akan lebih bermakna jika mereka dapat melalui “kegiatan mengalami” dalam lingkunangannya. Dalam pendekatan ini, pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata serta lingkungan dan budaya tempat peserta didik hidup dan bermasyarakat. Pemahaman, penyajian ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang ada dalam materi dikaitkan dengan apa yang dipelajari dalam kelas dan dengan kehidupan sehari-hari (Dirjen Dikdasmen, 2001: 8)

Dasar-dasar Pendidikan Karakter Dalam Peribahasa Jawa

 Oleh: Iqbal Nurul Azhar 

Ada beberapa alasan mengapa tanah Jawa sangat dikenal. Tanah Jawa dikenal sebagai tanah yang makmur. Sejak dahulu kala, tanah Jawa menjadi pusat diplomasi internasional bagi banyak penduduk nusantara maupun penduduk dunia. Jawa tidak hanya dikenal karena potensi pulaunya saja yang luar biasa. Masyarakat yang tinggal di tanah tersebutpun (orang Jawa), juga sangat tersohor karena selalu tampil terdepan dalam kepemimpinan nasional Indonesia. Budaya Jawa, utamanya falsafah budaya yang dibawa pemimpin-pemimpin Jawa tersebut, memberi pengaruh yang kuat pada karakter hidup bangsa Indonesia secara keseluruhan. Kita ambil contoh “bhinneka tunggal ika,” ”jer basuki mawa beya,” “rawe-rawe rantas, malang-malang putung” dan ”tut wuri handayani” dikenal secara luas dan digunakan secara umum dalam dunia sosial maupun pendidikan di Indonesia.

Berbicara tentang falsafah Jawa, falsafah Jawa tersebar dalam berbagai dimensi kehidupan, seperti: etika dan tata karma pergaulan, hubungan orang tua dan anak, hukum, keadilan dan kebenaran, ilmu pengetahuan dan pendidikan, hubungan sosial, kekerabatan dan gotong royong, kepercayaan dan religiositas, kewaspadaan dan introspeksi dan masih banyak lagi.
Diantara falsafah-falsafah tersebut, falsafah kepemimpinan adalah falsafah yang menonjol dan dikenal luas oleh masyarakat Nusantara. Ini tidak mengherankan mengingat masyarakat Jawa gemar memimpin dan ketika orang Jawa memimpin, mereka seringkali menyatakan menggunakan falsafah Jawa sebagai pedoman kepemimpinan mereka. Nilai-nilai kepemimpinan tersebutpun juga diajarkan dan dipegang teguh di semua lapisan mayarakat, mulai dari  tua, muda, laki-laki, perempuan, bangsawan dan rakyat jelata.

Geliat Ide Guru Peneliti

Tumbuhnya Gagasan Seputar   Guru Peneliti Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, guru yang sudah memperoleh sertifikasi dan tun...